Lautan Manusia di Malioboro: Hampir 300 Ribu Wisatawan Serbu Ikon Wisata Yogyakarta

  • Administrator
  • Jumat, 27 Maret 2026 09:53
  • 11 Lihat
  • Sorotan

Kawasan Malioboro kembali menjadi magnet utama wisatawan selama libur Lebaran 2026. Pemerintah Kota Yogyakarta mencatat sebanyak 286.558 orang mengunjungi kawasan legendaris tersebut dalam periode 18 hingga 24 Maret, menegaskan Malioboro sebagai pusat keramaian wisata paling hidup selama musim mudik.

 

Lonjakan pengunjung terpantau sejak sore hari hingga malam. Aktivitas wisatawan mulai meningkat sekitar pukul 17.00 WIB, ketika suhu udara mulai bersahabat dan suasana jalanan dipenuhi wisatawan yang menikmati kuliner, berbelanja oleh-oleh, hingga sekadar berjalan santai menikmati atmosfer khas Yogyakarta.

 

Menurut keterangan resmi yang diterima redaksi, data kunjungan diperoleh dari lima titik akses utama menuju Malioboro, yakni area utara Bank BPD DIY di Jalan Pasar Kembang, depan Hotel D’Jogja, kawasan Nol Kilometer sisi timur dan barat, serta akses sirip Jalan Suryatmajan. Sistem pemantauan ini digunakan untuk memperoleh gambaran pergerakan wisatawan secara lebih akurat.

 

Puncak kunjungan terjadi pada 23 Maret dengan jumlah wisatawan mencapai 78.127 orang dalam satu hari. Sebelumnya, kawasan tersebut juga dipadati 56.975 pengunjung pada 22 Maret dan kembali ramai pada 24 Maret dengan 70.709 wisatawan. Pemerintah memperkirakan kepadatan masih berpotensi meningkat menjelang akhir masa libur Lebaran.

 

Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menghadirkan layanan Tourist Information Service (TIS) yang beroperasi pada 19–28 Maret 2026. Pos layanan ini ditempatkan di depan Plaza Malioboro dan Teras Malioboro 1, menyediakan informasi wisata sekaligus fasilitas istirahat bagi pengunjung.

 

Wisatawan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung seperti pengisian daya gawai, minuman ringan, hingga peta wisata kota. Kehadiran layanan ini diharapkan membantu wisatawan menjelajahi destinasi di Yogyakarta dengan lebih mudah dan nyaman.

 

Di sisi keamanan dan ketertiban, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menyiagakan lima posko reaksi cepat Jogomaton yang tersebar di kawasan Sosrowijayan, Perwakilan, Dagen, Ketandan, dan Beskalan. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat respons cepat terhadap berbagai kebutuhan maupun laporan pengunjung.

 

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan sistem pemantauan melalui CCTV, jaringan radio komunikasi, serta pengeras suara kawasan untuk menyampaikan imbauan keamanan secara langsung. Dukungan fasilitas tambahan seperti toilet portable turut disediakan guna menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan Malioboro selama lonjakan wisatawan Lebaran berlangsung.

 

Foto: Unsplash

maliboro

Komentar

0 Komentar